Kenyataan Dibalik Tujuan Sebuah Subsidi BBM (Keabu – abuan Subsidi)

Posted: April 3, 2012 in lomba - lomba
Tags: , ,

Bahan Bakar Minyak atau lebih dikenal dengan sebutan BBM merupakan barang yang sangat vital dewasa ini seiring perkembangan kendaraan bermotor, dan Era modernisasi. Sebagian besar mobilitas orang Indonesia saat ini sangat tergantung pada benda cair satu ini. Kita bisa memaklumi seorang pebisnis dengan mobilitas tinggi yang dalam seminggu tak terhitung berapa kali pergi ke luar kota untuk urusan bisnisnya. Tetapi kenyataannya tak hanya pebisnis atau orang penting yang menggunakan benda cair (BBM) ini. Para siswa sma bahkan siswa smp sekalipun jika tidak membawa sepeda motor ke sekolah mereka kerap di cap “kuper” oleh teman – temannya. Dan sekali lagi mereka membawa sepeda motor berbahan bakar bensin bukan air apa lagi oksigen.

Saya masih ingat sejak masuk smp sekitar tahun 2002 sampai hampir lulus kuliah (2012), bahan bakar cair ini sempat mengalami kenaikan beberapa kali. Awal saya masuk SMP ongkos angkutan kota (Angkot) hanya sekitar 300 rupiah, dua tahun kemudian (2004) ongkos naik menjadi 500 rupiah seiring kenaikan BBM. Dan pada akhir masa – masa indah SMA (2007-2008) ongkos angkutan kota tercinta yang setia mengantarkan saya berangkat sekolah ini menjadi 1000 rupiah untuk jarak dekat.

“ Pertanyaannya, mengapa harga sang benda cair berharga ini semakin naik? Jawabannya tidak lain karena keterbatasan bumi ini untuk menghasilkan minyak. Ya BBM merupakan sumber daya yang tidak dapat diperbaharui, berbeda dengan hutan atau air yang dapat diperbaharui”.

Pemerintah tidak tinggal diam melihat lonjakan harga minyak mentah dunia ini. Dengan berbagai pertimbangan pemerintah menyiapkan anggaran khusus untuk mensubsidi BBM, sehingga saat ini harga BBM Indonesia hanya sekitar 4500 rupiah per liter nya. Mahal? Untuk ukuran masyarakat Indonesia memang mahal, tapi jika kita menengok “kabar BBM” negara tetangga terdekat kita yaitu Malaysia,harga BBM di negara tersebut mencapai harga 5735 rupiah per liter nya (ini sudah harga subsidi). Tak hanya Malaysia, untuk negara tetangga asia tenggara lainnya harga BBM non subsidi mereka dapat terbilng “wah” untuk ukuran rakyat Indonesia, misalnya harga BBM Thailand mencapai harga 12.453 rupiah per liter (non subsidi), Filipina 12.147 rupiah per liter (non subsidi), dan Singapura 15.695 rupiah per liter (non subsidi). Sementara Indonesia? Seperti yang diutarakan sebelumnya “hanya” 4500 rupiah per liter nya untuk BBM subsidi.

Berita yang dilansir oleh VOAIndonesia tertanggal 30 Maret 2012 yang berjudul Kenaikan Harga BBM Ditunda sangat menarik perhatian saya. Pada tulisan tersebut menginformasikan bahwa kenaikan harga BBM yang semula direncanakan April ini ditunda. Disebutkan juga dalam berita yang dilansir VOA Indonesia, jika harga minyak mentah mengalami kenaikan atau penurunan rata-rata 15 persen dalam waktu enam bulan kedepan dari asumsi yang sudah ditetapkan yaitu 105 dollar Amerika per barrel maka pemerintah diperbolehkan menaikkan harga BBM.

Pertanyaan selanjutnya adalah “apakah Subsidi BBM ini sudah tepat?”

“Ya, subsidi BBM sudah tepat. Jika BBM tidak disubsidi kasihan para rakyat kecil!” teriak para pembela rakyat kecil yang kebanyakan para mahasiswa dan para aktivis ini.

Saya tidak menyalahkan pendapat ini, memang ada benarnya jika subsidi BBM dihentikan maka para rakyat kecil semakin tertindas. Karena bisa dikatakan imbas kenaikan BBM adalah kenaikan bagi “sembako”.

Tapi dibalik semua itu “si kaya” tersenyum di balik perjuangan rakyat kecil dan para aktivis mahasiswa ini, mereka ikut menikmati hasil yang diperjuangkan mahasiswa dan para aktivis tanpa harus berjibaku dengan aparat.

Oke kita flash back tujuan utama pemerintah mensubsidi BBM. Coba lihat gambar ini

Ya..Benar BBM bersubsidi bertujuan untuk meringankan beban para rakyat kecil. Poster – poster pemberitahuan semacam itu banyak terdapat hampir di semua SPBU seluruh Indonesia, tujuannya? Tidak lain agar subsidi yang diberikan pemerintah tepat sasaran, dan mungkin secara tidak langsung memberikan efek malu kepada “si kaya”.

Saya kemudian berfikir..”Apa iya “si kaya” menjadi malu dan tidak lagi menggunakan BBM bersubsidi?”

Ternyata pikiran kita dikejutkan dengan kenyataan dilapangan, coba lihat lagi foto ini.

Pertanyaan yang sangat mendasar : “Apakah pengguna alphard ini termasuk golongan tidak mampu?”

Coba lihat lagi beberapa yang lain : DAN

Saya rasa cukup jelas untuk menjelaskan alasan mengapa “si kaya” tertawa dan ikut menikmati jerih payah yang di teriakkan para pembela rakyat kecil. Jika saya boleh bertanya kepada hati nurani mereka (pembela rakyat kecil), “Sebenarnya untuk siapa mereka meneriakkan yel – yel keadilan? Untuk siapa sebenarnya mereka begitu gigihnya menolak kenaikan BBM subsidi?”

Jika kita hitung kebutuhan seorang yang hanya menggunakan motor bebek 110 cc dengan mereka yang menggunakan mobil berkelas 2000 – 3000 cc, tentu dapat dipastikan siapa yang mengkonsumsi BBM terbanyak. Lalu sebenarnya untuk siapakah BBM bersubsidi ini? Membantu “si miskin” kah? atau memperkaya “si kaya” kah? Yang jelas ketegasan dan kebijakan pemerintah lagi – lagi sangat diperlukan untuk mengurai “benang kusut” subsidi BBM ini. Apakah itu menggunakan CCTV untuk setiap SPBU dan “memejahijaukan” para golongan menengah keatas yang dengan sengaja membeli BBM bersubsidi? Ataukah tindakan yang lainnya.

Kita tunggu saja ketegasan pemerintah akan hal ini.

 

Sumber gambar : Kaskus.us

Advertisements
Comments
  1. […] Baca di https://chfajrin.wordpress.com/2012/04/03/kenyataan-dibalik-tujuan-sebuah-subsidi-bbm-keabu-abuan-sub… […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s