Hasil ke rumah pa jajat

Posted: December 7, 2010 in Catatan Aneh
Tags: , , ,

Setelah melewati bukit dan menurunin lembah akhirnya tiba juga dirumah pa jajat sang pembudidaya koki handal dari Sumedang. Setibanya disana kami langsung disuguhi pissang goreng dan aq*a, ini memang yang dibutuhkan oleh setiap insan manusia,haha.. Cuma beberapa  menit dirumah pa jajat konsultasi tentang koki, selebihnya? Makan…Kumpul ga kumpul asal makan. Jam 12 kita semua berangkat ke balong (kolam dalam bhs sunda) pribadi milik pa jajat yang mana untuk mencapainya kita perlu berjalan melewati lumpur setinggi 2 meter (lumpur apaan?) maaf diralat cuma sekedar lumpur sawah yang menjijikan.

Gua jadi membayang masa kecil gua yang dipenuhi bualan belaka seperti film pokemon yang ada si mug pokemon lumpur dan ada lagi perubahannya gua juga lupa namanya yang jelas lumpur.

dan disana setelah ngobrol2 dikit ternyata lutfi dan udin (dua – duanya bukan nama samaran) ada kepentingan lain yaitu membuat tugas ekotok. Saya pun sebagai mahasiswa yang baik dan kaum intelektual mulai bernegosiasi dengan pa jajat  untuk membeli seekor induk jantan untuk mengganti pejantan yang mati tertusuk panah cinta dikepalanya (yang belum tau cerita gua tentang koki – koki imut ini chek this Shit). Dan sebelum pulang kami disuguhi hidangan perpisahan yang lezat yaitu peuyeum goreng pake gula pasir, lezat.. Tak hanya sampai situ kejutannya, pa jajat sang pembudidaya handal memberi indukan jantan satu lagi, jadi dengan modal 30 ribu dan sedikit wajah tampan kami mendapat 2 ekor indukan jantan, haha..

Perpisahan yang memilukan dan mengundang air mata pun tak dapat terelakkan lagi. Sedih harus meninggalkan koki – koki lucu disana (koki tar sms gua yah, kita telepon – teleponan), perjalanan pulang dimulai yang mengendarai sepeda besi (sepeda ya besi bego, maksudnya kuda besi) kali ini adalah sodara ican dan gua yang jadi tumbal megangin si koki di jok belakang.

Di perjalanan gua bertemu dengan cewek bego, sebego – begonya cewek ya orang yang gua temuin di jalan itu. Ga tau baru megang motor ato pamer motor (wajah ga mungkin dia pamerin) sepanjang jalan dia ngebunyiin klaksonnya yang bunyinya udah mengkhawatirkan kayak kentut kurang gizi. Entah berpa mratus bahkan kilometer dia menyiksa klaksonnya itu dan karena itu gua memvonis dia sebagai wanita tanpa busana (lho ngaco).

Tiba di basecamp KBIH si koki langsung menuju tempat penyiksaan, kita berdoa semoga tidak ada lagi tragedi kepala bolong yang menjadi momok di KBIH. Rencananya si koki baru diperkenalkan kepada mempelai wanita pada hari sabtu mendatang, mudah – mudahan sikoki tidak menolak perjodohan ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s