Terlepas Dari Jeratan Mas Koki

Posted: August 4, 2010 in Catatan Aneh

Akhirnya sampai juga, setelah 1 bulan disiksa dalam jeratan belenggu ikan mas koki dan antek2nya,,haha,,i’m free!!!!!well,gua kemaren abis dari sukabumi melakukan PKL alias Praktek Kelja Lodi,hehe,,gimana nggak selama satu bulan itu gua bersama 9 temen lainnya yang kurang beruntung kerja ga ada libur,,ga ada refreshing,gila kan??(yang lebih gila lagi orang yang mau baca tulisan ini). Bayangin aja bro brangkat jam 8 kadang jam 6 pagi dan pulang jam 5 sore kadang jam 8 malem juga pernah,gimana ga ayan gua selama disana. belum lagi gua tiap pagi diwajibkan murtat, hei..tunggu murtat disini bukan keluar dari agama tapi jemur pantat,haha..hasilnya? Program penghitaman kulit sukses 100%

Tetapi penyiksaan yang sebenarnya berada dikosan. Peliharaan kesayangan gua yaitu cacing perut harus tersiksa selama 1 bulan, mereka tidak diberi makan sebagaimana mestinya. Dan bisa ditebak gua yang tambah item tambah kurus pula, untung pas pulang ga diteriakin, ANAK TUYUL!!!! Thanks god.

O ya ternyata gua salah satu penghuni rumah kos yang “cukup beruntung”, kenapa gua “cukup beruntung”? Gini kronologisnya :

Sore yang suram bagi teman gua sebut aja Verdi (bukan nama sebenarnya),haha..sory bro..Kita bertiga yaitu gua Verdi dan Dwi (tentu bukan nama samaran,lho??) asyik mengobrol sambil memberi makan arwana dengan canda gurau, kasihan mereka tak tahu bahaya sedang mengintai (EYD kacau mode on). Setelah selesai kami bertiga pindah memberi makan pada kolam selanjutnya tapi bukan arwana, yang kami tahu itu kolam ga keurus yang dianggap jaminan hidup mahasiswa karena didalamnya banyak nila berkeliaran yang berarti MAKAN MALAM!!ga punya duit? ambil nila ja buat di bakar,,sial tak dapat ditolak untung nama dosen gua,,si Dwi yang notabene anak SMK berteriak pada Verdi seorang mahasiswa semester 5 perikanan, “Kang ada Mujaer gede!!!”

“Mana Wi??” Teriak Verdi kegirangan karena itu berarti ada makan malam gratis.

“Wah bener lu wi, sikat ja kita surutin ni kolam!!” teriaknya lagi

Yah gua sebagai teman yang baik hanya mensuprot teman (sambil ngarep makan malam,hehe).

Tapi sial bagi Verdi ketika dia sudah ada pada kedalaman kolam yang bercampur es batu karena dingin (orang sukabumi kaya2,kolam ja pake es batu,hehe), ada salah satu pembimbing kita yang paling baik juga tegas.

“Ngapain lu Ver? Saya ga suruh panen sore ini.”\

Dengan muka sumringah dia menjawab “ada ikan mujaer pak gede2”

Dengan muka polos entah tolol dwi mengangguk mengiyakan.

Tetapi senyum mereka hanya sekejap karena pak J………… berkata

“Itu bukan mujaer, itu ikan semah atau ikan dewa.”

Wuuuuussssss bara panas menyerang tubuh Verdi yang menggigil.

Ikan Dewa?apa itu?mari ikut bersama dokter ikan

Ikan Semah yang sejenis dengan Kancra Bodas atau Ikan Dewa, tergolong jenis ikan endemik yang hampir punah. Habitatnya khas, yaitu di perairan torrential dengan kondisi air jernih, berbatu dan berarus deras.

Ikan semah adalah jenis ikan pemakan segala (omnivora). Makanan utamanya adalah buah-buahan, moluska dan serangga. Ikan semah memijah di sungai dengan cara meletakkan telur di bebatuan. Jumlah telur (fekunditas) mencapai 63.360 butir. Panjang tubuhnya dapat mencapai ukuran 85,5 cm.

Kenapa berharga? Karena ikan ini tergolong ikan yang langka dan beberapa masyarakat di negara kita menndewakannya jadi ikan ini tidak diperjualbelikan.

“Mampus gua, bisa digantung” batin Verdi mendalam.

Saya sebagai teman yang baik hanya bisa cengar-cengir dan mendoakan teman sejawat gua yang sedang dilanda kemurungan yang teramat sangat,hehe.

Dwi yang tadi slalu menampakkan gigi emasnya pun terdiam dan teraniayay sepi. Dan akhirnya paralon yang digunakan untuk menguras kolam jika dicabut, dipasang kembali.

Strike bagi Verdi,paralon bocor dengan akal manusianya dia mencari jalan agar kebocoran dapat dicegah setidaknya sampai dia balik dan dwi lah sang junior yang akan meneruskan penderitaannya (dasar picik,haha). Waktu berjalan paralon tertambla sempurna dan kita pulang ke kosan dengan hati tak tentu.

Sesampainya di kosan Perdi murung dia mikirin kolam dewa (julukan kita setelah tau didalamnya ada ikan semah), akhirnya semua penghuni iba dan mengajak perdi untuk melihat kolam dewa lagi. Tik..Tik..Tik..Jam menunjukkan pukul 7 malam, kita sepakat berangkat lagi ke kolam dewa. Hal yang mengejutkan terjadi, plastiknya bocor!!!TIDAKKK!!
Setelah diteliti bocor ini ga bisa ditambal, dengan pikiran super jenius dicampur bodok dikit gua menemukan ide inlet harus lebih besar di banding outlet agar kolam tak surut, dan berhasil,haha….(walau dikit2 surut juga).

Nah sejak kejadian itu Perdi selalu gundah gulana memikirkan kolam dewa, sampe2 kebawa mimpi,,Poor Verdi.

Udah dulu ah mahal ni warnet,enak aja….

Advertisements
Comments
  1. ucok says:

    haha..nice story,keep bloging brader

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s